Kamis, 13 Desember 2018

https://drive.google.com/open?id=1_7Yo4M4cBtzx-aAcPrxBSmP_o5El5_WD

Pagar Alam Heritage Trail Sumatera Selatan

 Cerita ini berawal dari sebuah Event Internasional "Pagar Alam Heritage Treil" terlebih saat bagaiman kita memposisikan diri sebagai seorang yang masih kecil akan terbawa angin bersama tim dari Dinas Pariwisata Sumatera Selatan.
"Properti"

"Nining sedang memasak"


"Rumah Kabagh"
Menjelajahi situs-situs warisan budaya dan alam di tanah Besemah menjadi kegiatan utama dalam event "Pagaralam Heritage Trail" 2018, yang penyelenggaraannya dijadwalkan pada 8-11 Agustus 2018. “Besemah” merupakan sebutan untuk wilayah Pagaralam dan sekitarnya, yang konon nama itu diambil dari nama ikan, semah, yang dulu banyak ditemui di wilayah tersebut. Banyak versi mengenai cerita asal-usul nama Besemah.
Seperti diketahui, Pagaralam adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Selatan, yang sebelum tahun 2001 merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Lahat. Berada pada ketinggian 100-1000 mdpl dan terletak di kaki Gunung Dempo, kota ini sangat kaya akan potensi wisata alam, juga situs peninggalan kebudayaan Megalitikum.
Kekayaan itulah yang bakal dieksplorasi dalam gelaran Pagaralam Heritage Trail. Diselimuti kesejukan hawa pegunungan, para pengunjung/peserta akan diajak menyusuri perkebunan teh, menjelajah desa-desa tua sampai menikmati keharuman kopi hutan. Penelusuran heritage trail (jejak warisan bersejarah) sendiri akan dimulai dari Gua Macan yang menjadi awal mula migrasi manusia, lalu menyusuri situs-situs megalitik hingga menjelajah ke danau di kaldera Dempo.
Selama empat hari, peserta akan mendapatkan pengalaman yang menakjubkan. Selain berwisata dan sedikit bertualang, para peserta juga diajak menyelami kebudayaan dari peradaban purba melalui peninggalan-peninggalan yang ada. Pagaralam yang terletak di antara Bukit Barisan dan Gunung Dempo pastilah kaya akan bebatuan cadas, dan bebatuan inilah yang digunakan oleh manusia purba (prasejarah) untuk membuat arca, dolmen, menhir, makam batu, lesung batu dan sebagainya. Ada lebih dari 20 area di Pagaralam yang diyakini sebagai situs megalitik.
Berkait wisata alam, selain kebun teh di lereng Dempo dan Gunung Dempo (3.159 mdpl) sendiri, Pagaralam memiliki sejumlah destinasi lain yang wajib dikunjungi, antara lain Danau Merah Rimba Candi, Danau Tebat Gheban, Rimba Candi, Air Terjun Curup Mangkok, Curup Tujuh Kenangan dan Air Terjun Lematang Indah, Batu Gong, dan masih banyak lagi.
Menuju Pagaralam dapat dilakukan dengan perjalanan darat dan udara. Melalui jalur darat, Pagaralam dapat diakses dari dua kota besar terdekat, yakni Palembang (ibukota Provinsi Sumatera Selatan) dan Bengkulu (ibukota Provinsi Bengkulu). Palembang-Pagaralam berjarak 280 km, sedangkan Bengkulu-Pagaralam berjarak 169 km. Melalui udara, penerbangan dari Palembang ke Bandara Atung Bungsu, Pagaralam, sementara ini dilayani oleh sebuah maskapai. Menurut informasi, ada layanan penerbangan langsung dari Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma) ke Bandara Atung Bungsu, tapi tidak setiap hari.
Soal akomodasi di Pagaralam, tak perlu khawatir. Di kota nan sejuk ini tersedia berbagai tipe penginapan, dari hotel, villa, mess hingga homestay.

Narahubung:
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan
Telepon: +62 711 357348
Email: info@dipardass.go.id
Situs web: www.dipardass.go.id

TraditionalOlahraga


Palembang, 2017 We Must Learn English 👌👌




Support By : Mr. Dadang